Senin, 19 Maret 2012


Hotel Laksmi lokasi penggerebakan terduga teroris (Foto: okezone/Rohmat)

DENPASAR - Lima terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 Antiteror, datang ke Bali murni untuk melakukan perampokan. Polisi belum menemukan indikasi mereka akan melakukan aksi pengeboman.
Dari hasil investigasi sementara, HN, salah seorang terduga teroris yang ditembak mati, diketahui membawa empat rekannya ke Bali untuk melakukan aksi kejahatan.
Lokasi-lokasi yang diincar adalah toko emas, money changer, dan sebuah kafe.
”Motifnya murni untuk perampokan,” tegas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi kepada wartawan di depan Hotel Laksmi, Jalan Danau Poso 99X, Sanur Denpasar, Senin (19/3/2012).
Hal itu diperkuat dengan temuan beberapa barang bukti seperti dua senjata api jenis FN dan belasan butir peluru tajam. Pistol dan peluru ditemukan di dua lokasi penggerebekan yalni Jalan Danau Poso dan Jalan Gunung Soputan, Denpasar.
Sejauh ini, belum ada indikasi kuat kelompok HN akan melancarkan aksi teror seperti layaknya teroris umumnya, mengingat tidak ada temuan barang bukti seperti rangkaian bahan peledak.
Soal keterlibatan pemuda lokal asal Bali, Hariadi, mengaku masih mendalami. “Yang pasti punya kaitan jaringan teroris perampokan CIMB Niaga, Medan, satu orang yakni HN,” sebutnya.
Empat terduga teroris lainnya, hingga kini masih didalami keterlibatannya. Termasuk kemungkinan mereka adalah hasil perekrutan HN untuk membentuk kelompok jaringan baru.
Dari pantauan di lokasi menjelang sore ini, Hotel Laksmi di kawasan “panas” di Blanjong terus dipadati warga baik maupun wisatawan asing.

<sumber:news.okezone.com>

Batavia Air Gangguan, Ratusan Jemaah Umroh Terlantar

                         
                        Ilustrasi (Foto: Koran SI)
TANGERANG - Lebih dari seratus jemaah umroh asal Sumatera, Riau, Pekan Baru, Nusa Tenggara Barat, dan Palembang terlantar di Bandara Soekarno Hatta karena pesawat Batavia Air yang akan mengangkut mereka ke Tanah Suci mengalami gangguan.

Akibat menunggu sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari, Senin (19/3/2012), ratusan jemaah ini mulai emosi, sebagian besar dari mereka meminta pertanggungjawaban maskapai.

Salah seorang petugas yang menemui jamaah tak pelak menjadi sasaran emosi para jamaah. Mereka mendesak pihak maskapai segera menerbangkan mereka ke Tanah Suci hari ini juga dan memberikan konpensasi atas keterlambatan ini.

Yusrizal, jemaah umroh asal Riau mengatakan bahwa berdasarkan keterangan petugas delay yang cukup panjang ini dikarenakan kerusakan pada pesawat. "Katanya pesawatnya rusak hingga kita terlantar seperti ini, mereka menjanjikan akan menggantikan pesawat lain untuk keberangkatan kami hari ini juga," katanya.